Prosiding Seminar Nasional Teknologi Energi dan Mineral https://akamigas.esdm.go.id/jurnal/index.php/sntm <p>Prosiding ini disusun berdasarkan hasil SEMINAR NASIONAL dan Call for Paper yang diselenggarakan oleh Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Energi dan Mineral Akamigas.</p> <p>Penyusunan prosiding ini dimaksudkan sebagai diseminasi karya ilmiah inovatif dari peneliti, dosen, praktisi, mahasiswa, dan umum; dan dikelompokkan dalam bidang kompetensi:<br />-Bidang 1: Minyak dan gas bumi, Mineral, Pemboran, Geosains<br />-Bidang 2: Pengolahan dan Kilang, Petrokimia industri, Lingkungan, Geokimia<br />-Bidang 3: Energi baru dan terbarukan, Mekanik, Listrik, Industri, Elektronika, -Instrumentasi, konversi energi, Material maju<br />-Bidang 4: Teknologi Telekomunikasi, Teknologi Informasi, Komputasi dan Pemodelan, Kecerdasan buatan<br />-Bidang 5: Logistik, ekonomi perminyakan, kebijakan energi, manajemen energi</p> <p>Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan sebesar-besarnya kepada pemakalah, partisipan, reviewer, dewan redaksi serta tim seminar nasional atas peran sertanya dalam mensukseskan penyusunan Prosiding ini. Akhir kata, terselip harapan bermanfaatnya Prosiding ini bagi pengembangan IPTEK.</p> <p>Apakah Anda siap mengirimkan artikel ilmiah? Silahkan ikuti beberapa panduan berikut:<br />1. Panduan [<a title="Register" href="https://akamigas.esdm.go.id/jurnal/index.php/sntm/user/register">Register</a>]<br />2. Panduan [<a title="Submit artikel" href="https://akamigas.esdm.go.id/jurnal/index.php/sntm/about/submissions">Submit artikel</a>]<br />3. Download [<a title="Template" href="https://drive.google.com/file/d/1bQMndhTcz6qAvqlebC7uB20ssy855YV7/view">Template</a>]</p> en-US sntem.pem@gmail.com (Asepta Surya Wardhana) sntem.pem@gmail.com (Hafid Suharyadi) Wed, 16 Jun 2021 19:12:41 +0700 OJS 3.3.0.3 http://blogs.law.harvard.edu/tech/rss 60 Evaluasi Kinerja Controller Design PI Sistem Pengendalian Level Pada Centrifugal Preparation Tank https://akamigas.esdm.go.id/jurnal/index.php/sntm/article/view/5 <p><em>Centrifugal Preparation Tank </em>merupakan bagian dari unit pengolahan di PT. XXX Blora. Fungsinya yaitu untuk memanaskan <em>hot water </em>yang berasal dari <em>hot water head tank</em> agar mencapai suhu pada <em>set point </em>yang selanjutnya dialirkan ke <em>Centrifugal.</em> <em>Hot water </em>dari <em>heat tank </em>memiliki temperature sekitar 80 ?C yang dialirkan ke <em>Centrifugal Preparation Tank </em>agar dinaikkan temperaturnya menjadi antara 95 ?C–100 ?C. &nbsp;Adapun bahan yang digunakan memanaskan pada <em>Centrifugal Preparation Tank </em>yaitu berupa <em>steam</em>. <em>Set point control level </em>pada <em>centrifugal preparation tank </em>yaitu sebesar 55%. Tujuan dari pengendalian <em>level </em>pada <em>centrifugal preparation tank </em>adalah agar <em>level </em>sesuai dengan <em>set point</em> pada 55%. Dengan demikian <em>hot water </em>akan dapat dijaga kestabilan suhunya sebelum digunakan oleh alat <em>centrifugal. </em>Maka diperlukan perancangan pengendali menggunakan 2 metode yaitu metode <em>Ziegler Nichols </em>dan <em>Tyreus Luyben </em>agar rmenghasilkan pengendali yang sesuai dengan spesifikasi performa yang diinginkan dan efektif untuk mengendalikan <em>level </em>pada <em>centrifugal preparation tank. </em>Berdasarkan hasil pengujian menggunakan <em>Simulink </em>terhadap pengendali PI <em>design </em>dua metode yang digunakan dan pengendali PI <em>actual</em>, menyatakan bahwa pengendali PI <em>design</em> menggunakan metode <em>Ziegler Nichols</em> lebih unggul dari pada pengendali PI <em>actual</em> dan PI <em>design</em> menggunakan metode <em>Tyreus Luyben </em>karena memiliki <em>delay time, settling time</em> dam <em>time constant</em> lebih cepat. Serta saat diberi <em>disturbance, respone</em> pengendali PI <em>design</em> menggunakan metode <em>Ziegler Nichols</em> lebih cepat kembali <em>steady state</em> dan memiliki <em>undershoot</em> yang lebih kecil.</p> Javier Umar Ravy, Natasya Aisah Septiani, Astrie Kusuma Dewi, Asepta Surya Wardhana Copyright (c) 2021 Prosiding Seminar Nasional Teknologi Energi dan Mineral https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/ https://akamigas.esdm.go.id/jurnal/index.php/sntm/article/view/5 Wed, 16 Jun 2021 00:00:00 +0700 Analisis Perbandingan Kualitas Instalasi Pengolahan Air Limbah Domestik Industri Gas di Indramayu https://akamigas.esdm.go.id/jurnal/index.php/sntm/article/view/6 <p>Dalam penanganan limbah cair domestik dari industri gas di Indramayu, harus memenuhi Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.68/Menlhk/ Setjen/Kum.1/8/2016 tentang baku mutu air limbah domestik. Perbedaan jumlah karyawan, jam kerja dan luas area kerja membuat debit rata – rata limbah cair dari industri pengolahan gas hanya sekitar 1.2 m<sup>3</sup>/hari dengan kandungan BOD &lt; 3 mg/L, TSS: 10 mg/L, dan total koliform 2700 /100 mL, sedangkan pada industri distribusi gas limbah cair yang dihasilkan mencapai 12 m<sup>3</sup>/hari dengan kandungan BOD: 73 mg/L, TSS: 29.7, COD: 242 mg/L dan total koliform: 35000 /100 mL. Hal ini akan berpengaruh pada sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah yang digunakan. Industri pengolahan gas menggunakan sistem <em>rapid sand filter</em> dengan pertimbangan proses yang sederhana dan sebagai pemenuhan Peraturan P16, dengan <em>filtration rate</em>: 0.429 m/jam. Pada industri distribusi gas menggunakan sistem <em>conventional</em> <em>activated sludge process</em> yang semua kritikal variabel masih dalam kondisi baik, seperti Beban BOD: 0.2336 kg/m<sup>3</sup>.hari, MLSS: 1725 mg/L, MLVSS: 1215 mg/L, F/M: 0.31 kg BOD per kg MLSS per hari, HRT: 7.5 jam, rasio sirkulasi lumpur: 0.31.</p> Aditya Eka Ramdhani, Andre Syahputra, Nando Vanny Farsin, Woro Rukmi Hatiningrum Copyright (c) 2021 Prosiding Seminar Nasional Teknologi Energi dan Mineral https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/ https://akamigas.esdm.go.id/jurnal/index.php/sntm/article/view/6 Wed, 16 Jun 2021 00:00:00 +0700 Autonomous Sprayer Menggunakan Tenaga Surya https://akamigas.esdm.go.id/jurnal/index.php/sntm/article/view/7 <p>Kebutuhan alat yang mampu di gunakan untuk melakukan <em>sprayer</em> secara otomatis dan mudah. Alat tersebut bisa digunakan bagi masyarakat umum dan dipasang di tempat-tempat umum misalnya taman dan di depan pintu-pintu kantor sebelum pegawai memasuki ruangan atau di pintu gerbang sekolah-sekolah atau di tempat keramaian lainnya. Alat ini berbentuk bilik dengan luas sekitar 2 meter, alat ini bisa disebut dengan bilik antiseptik (<em>Antiseptic chamber</em>). Bilik antiseptik (<em>antiseptic chamber</em>) dirancang tidak menggunakan pintu tapi menggunakan tirai plastik yang berfungsi untuk meminimalis kontak dengan pengguna sebelumnya dan mempunyai kemampuan dapat menyemprotkan cairan sebanyak 20 L secara terus menerus, alat ini mempunyai kemampuan operasional selama 1 (satu) jam 49 menit, supply energi menggunakan tenaga surya dan alat ini bekerja secara <em>autonomous system</em>.</p> Astrie Kusuma Dewi, Ismail Kresna Yudha, Akbar Pratama, Asepta Surya Wardhana Copyright (c) 2021 Prosiding Seminar Nasional Teknologi Energi dan Mineral https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/ https://akamigas.esdm.go.id/jurnal/index.php/sntm/article/view/7 Wed, 16 Jun 2021 00:00:00 +0700 Pengusahaan Penambangan Minyak Bumi pada Sumur Tua oleh Masyarakat Desa Ledok Kecamatan Sambong Kabupaten Blora https://akamigas.esdm.go.id/jurnal/index.php/sntm/article/view/8 <p>Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertambangan dan Energi menerbitkan Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi No. 1285K/30/MPE/1996 yang kemudian diperbaharui dengan Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral No. 01 Tahun 2008 tentang Pedoman Pengusahaan Pertambangan Minyak Bumi pada Sumur Tua, Sumur Tua Lapangan Ledok yang telah berijin sebanyak&nbsp; 196&nbsp; titik sumur. Sumur yang telah beroperasi/yang telah diproduksi sebanyak 129 titik sumur. Sumur yang belum beroperasi/belum berproduksi sebanyak&nbsp; 67 titik sumur. Pengelolaan sumur-sumur tua di Ledok oleh PT Blora Patra Energi (BUMD Kab Blora) yang pelaksanaan dilaksanakan oleh&nbsp;&nbsp; kelompok penambang masyarakat desa Ledok, dibawah penguasaan dan pengawasan&nbsp; Perkumpulan Penambangan Minyak Sumur Timba “Ledok”. Jumlah Produksi Sumur pertahun menghasilkan 9.941.019,28 Liter , dengan perhitungan pendapatan pertahun sebesar Rp. 31.882.720.655,-&nbsp;&nbsp; Dari rincian Pendapatan Upah Penambang, Pendapatan 1 Tahun&nbsp;&nbsp; Rp. 24.549.694.904,- maka pendapatan penambang perbulan sebesar Rp. 3.211.629,-&nbsp;&nbsp; Untuk CSR telah diwujudkan program kegiatan antara lain sebagai berikut : Pembangunan jalan desa, sumbangan pembuatan pagar SD, bantuan untuk warga miskin , bantuan untuk warga yang sakit dan opname di&nbsp; RSU , bantuan untuk kegiatan karang taruna , bantuan&nbsp; Perawat/juru kunci 2 makam</p> Kushariyadi, Bambang Supadiyono Copyright (c) 2021 Prosiding Seminar Nasional Teknologi Energi dan Mineral https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/ https://akamigas.esdm.go.id/jurnal/index.php/sntm/article/view/8 Wed, 16 Jun 2021 00:00:00 +0700 Analisis Jenis Kelapa Sawit Terhadap Hasil Crude Palm Oil di Aceh Tamiang https://akamigas.esdm.go.id/jurnal/index.php/sntm/article/view/9 <p><em>Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas hasil perkebunan yang mempunyai peranan cukup penting dalam kegiatan perekonomian di Indonesia karena kemampuannya menghasilkan minyak nabati yang dibutuhkan oleh sektor industri. Setiap buah Kelapa Sawit diharapkan dapat menghasilkan rendemen yang cukup banyak agar dapat menunjang keuntungan pabrik. Maka diperlukan perhitungan hasil rendemen yang akurat. Dalam jurnal ini dilakukan penelitian mengenai jumlah rendemen Crude Palm Oil (CPO) berdasarkan perbedaan berat dan jenis kelapa sawit yang berasal dari kebun Sungai Buloh, Aceh Tamiang dengan metode ektraksi. Data yang diperoleh digunakan sebagai basis perhitungan neraca massa TBS. Hasil analisis menunjukkan bahwa Tanda Buah Sawit (TBS) jenis tenera menghasilkan rendemen sebesar </em><em>18.6</em><em>% dan jenis dura sebesar </em><em>15.6%. Hal ini menandakan bahwa hasil rendemen jenis tenera lebih banyak dibandingan dura dan berat dari TBS tidak </em><em>menentukan banyaknya rendemen CPO yang dihasilkan, melainkan berat dari mesokarp.</em></p> Ashfa Shofia, Fadyah Ainurrohmah, Woro Rukmi Hatiningrum Copyright (c) 2021 Prosiding Seminar Nasional Teknologi Energi dan Mineral https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/ https://akamigas.esdm.go.id/jurnal/index.php/sntm/article/view/9 Wed, 16 Jun 2021 00:00:00 +0700 Analisis Stabilitas Sistem Pengendalian Level Pada Fine Liquor Evaporator Dengan Metode Root Locus dan Nyquist di PT. XYZ Blora https://akamigas.esdm.go.id/jurnal/index.php/sntm/article/view/10 <p><em>Fine Liquor Evaporator </em>terletak pada <em>refinery evaporation unit </em>di dalam area unit pengolahan di PT. XYZ Blora. Tujuan dari penguapan ini adalah untuk menaikan <em>brix</em> dari <em>Fine Liquor</em> mendekati <em>brix </em>yang telah ditetapkan. Input proses adalah <em>Fine Liquor </em>dengan kandungan <em>brix</em> sekitar 65%<em>. Fine Liquor </em>yang keluar dari <em>Fine Liquor Evaporator </em>diharapkan mencapai <em>brix </em>sebesar 70% dengan kandungan air sebesar 9,94 ton/jam sehingga <em>Fine Liquor </em>siap untuk proses selanjutnya yaitu pengkristalan. Sistem pengendalian <em>level</em> pada <em>Fine Liquor Evaporator </em>merupakan <em>single loop control</em> menggunakan kontroler <em>Proportional Integral</em> dengan rangkaian <em>feedback control</em>. Dengan perubahan kondisi yang dinamis di lapangan maka diperlukan tipe kontroler dan parameter PI yang paling tepat digunakan untuk meminimalisasi sinyal kesalahan. Dari hasil perbandingan data simulasi yang diperoleh berdasarkan tipe <em>controller </em>PID ideal dengan parameter <em>proportional</em> dan <em>integral</em> sesuai dengan kondisi lapangan dan kontroler desain dengan spesifikasi yang diinginkan menyatakan bahwa PI desain memiliki respon yang paling efektif sesuai dengan kebutuhan proses. Berdasarkan hasil simulasi dengan Simulink sistem menunjukkan karakteristik sebagai berikut, <em>delay time </em>3,502 s, <em>rise time </em>5,0154 s, <em>settling time </em>86,7258 s dan <em>overshoot </em>7,2774%. Hal tersebut juga dibuktikan berdasarkan analisa kestabilan dengan metode <em>Nyquist </em>dan <em>Root Locus </em>yang menyatakan sistem dalam kategori stabil sesuai persyaratan yang ada.</p> Natasya Aisah Septiani, Javier Umar Ravy, Asepta Surya Wardhana Copyright (c) 2021 Prosiding Seminar Nasional Teknologi Energi dan Mineral https://creativecommons.org/licenses/by-nc-sa/4.0/ https://akamigas.esdm.go.id/jurnal/index.php/sntm/article/view/10 Wed, 16 Jun 2021 00:00:00 +0700